BANJAR, LingkarJabar – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjar resmi menetapkan Desy Sahliana sebagai Ketua HIPMI Kota Banjar periode 2025–2028. Dalam forum yang berlangsung di salah satu swalayan di Kota Banjar, Kamis (20/11/2025), Desy terpilih menggantikan Muhammad Eka Ersetya Kinding.
Terpilihnya Desy menandai dimulainya babak baru kepemimpinan HIPMI Banjar yang diharapkan mampu membawa energi segar bagi para pengusaha muda di daerah. Usai ditetapkan sebagai ketua baru, Desy langsung menyusun agenda prioritas yang akan menjadi langkah awal konsolidasi organisasi.
Desy menegaskan bahwa fokus terdekat adalah pembentukan tim formatur untuk menentukan komposisi kepengurusan baru. “Agenda yang terdekat membentuk formatur kepengurusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, soliditas internal menjadi fondasi utama agar organisasi dapat berjalan efektif sebelum memasuki program eksternal. Setelah struktur pengurus baru terbentuk, HIPMI Banjar akan mempersiapkan prosesi pelantikan, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan agenda kaderisasi dan penyusunan program kerja jangka menengah serta panjang periode 2025–2028.
“Untuk agenda terdekat kami lebih fokusnya ke internal. Membentuk pengurus baru kemudian persiapan pelantikan,” ungkapnya.
Selain konsolidasi internal, Desy memastikan HIPMI Banjar akan memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Banjar. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mendorong peran HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor pengembangan usaha, UMKM, dan peningkatan kapasitas pengusaha muda.
“Kami akan kolaborasi dengan Pemkot Banjar dan terlibat langsung di bidang pengembangan dunia usaha,” tutur Desy.
Dengan visi yang terarah serta komitmen memperkuat peran organisasi, kepemimpinan Desy Sahliana diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan memperluas kontribusi HIPMI Banjar dalam memajukan ekosistem bisnis di Kota Banjar. Para pengusaha muda pun menantikan gebrakan baru yang dapat memberi dampak positif bagi perkembangan dunia usaha ke depan. (Johan Wijaya)
