PANGANDARAN, LingkarJabar – Dalam upaya memperkuat koordinasi organisasi serta membangun sinergi antar pengurus, Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung melakukan kunjungan kerja (kunker) dan silaturahmi ke Kantor BPC PHRI Pangandaran, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan ini berfokus pada pemaparan potensi kunjungan wisata lokal maupun regional, serta memperkuat kerja sama antarpengurus BPC. Agenda pertemuan dijadwalkan berlangsung sekitar 30–45 menit, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Bandung, H. Use Juhaya, menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan sektor pariwisata Pangandaran. Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja tahunan PHRI Kabupaten Bandung ke Pangandaran yang kini memasuki tahun ketiga—menjadi bukti keseriusan pihaknya dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah.
“Pangandaran memiliki daya tarik yang sangat kuat sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat,” ujarnya kepada wartawan.
Use juga menyebut Pangandaran kini telah menjadi barometer pariwisata di tingkat provinsi.
“Pangandaran itu punya magnet tersendiri. Daya tariknya bukan hanya untuk Jawa Barat, tetapi potensial menjadi contoh nasional,” tuturnya.
Ia menilai keberadaan kantor PHRI Pangandaran yang megah dan representatif menjadi nilai tambah penting bagi perkembangan pariwisata. Menurutnya, tidak banyak daerah yang memiliki fasilitas organisasi selengkap itu, sehingga menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem wisata yang kuat.
Selain itu, Use menyoroti keunggulan garis pantai Pangandaran yang panjang, aman, dan nyaman bagi wisatawan. Dengan dukungan potensi alam yang besar, ia optimistis sektor pariwisata akan semakin melesat apabila aksesibilitas transportasi ditingkatkan.
“Jika jalan tol Cigatas–Pangandaran terealisasi, dampaknya akan luar biasa. Mobilitas wisatawan pasti meningkat drastis,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BPC PHRI Kabupaten Bandung, Entis Sutisna, menilai tarif tiket masuk wisata sebesar Rp20 ribu di Pangandaran masih tergolong wajar apabila diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan kenyamanan pengunjung.
“Harga tersebut masih proporsional mengingat besarnya kebutuhan pengelolaan kawasan wisata,” ujarnya.
Entis juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Daerah Pangandaran untuk terus memperkuat kualitas layanan, di antaranya:
-
Peningkatan dan penambahan fasilitas publik di lokasi-lokasi wisata prioritas.
-
Penguatan standar kebersihan pantai sebagai ikon utama daerah.
-
Optimalisasi promosi digital guna memperluas jangkauan publikasi hingga tingkat nasional dan internasional.
-
Penguatan kerja sama berkelanjutan dengan PHRI demi profesionalisme layanan hotel dan restoran.
“Kami berharap Pemda terus menghadirkan inovasi dan menjalin sinergi dengan para pelaku usaha. Pangandaran ini aset besar, dan jika dikelola optimal, sangat berpotensi menjadi destinasi unggulan yang memimpin pariwisata Jawa Barat,” pungkasnya. (Agus Giantoro)
